Status KBN sebagai Obyek Vital Nasional Kemenperin Berlanjut
PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) kembali menyandang status kawasan industri Obyek Vital Nasional (Obvitnas) melanjutkan predikat tahun-tahun sebelumnya.
Penetapan dan penyerahan sertifikat Obyek Vital Nasional Indonesia (OVNI) dilakukan oleh Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Dr Winardi dan diterima Direktur Operasional PT KBN Muhammad Isran di kantor pusat PT KBN, Rabu (30/4/2025).
Hadir pada acara penetapan dan penyerahan Obvitnas tersebut SVP HSSE, GM SBU Cakung, GM SBU Priok Marunda dan pejabat terkait lainnya.
PT KBN merupakan satu di antara 25 kawasan industri di Indonesia berstatus obvitnas. Sebanyak 143 kawasan industri lain dari total 168 kawasan industri yang ada di Indonesia sampai awal Mei 2025 belum Obvitnas.
“Terima kasih kepada PT KBN yang beberapa bulan terakhir harus memenuhi persyaratan untuk melanjutkan status Obvitnas,” kata Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin, Dr Winardi.
Dari penetapan ini, lanjutnya, ada kewajiban yang merupakan rekomendasi Pam Obvit terkait keamanan internal agar sesuai standar. Selain itu KBN harus melakukan pelaporan berkala setiap 31 Desember.
Direktur Operasional KBN Muhammad Isran mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemenperin yang telah melakukan penetapan dan memberikan sertifikasi Obvitnas pada KBN.
“Perpanjangan Obvitnas ini merupakan bekal amanat baru untuk ke depan mengelola kawasan industri ini lebih baik lagi,” kata Dirops.
Terkait rekomendasi perlunya pembinaan keamanan internal sesuai masukan Pam Obvit, KBN akan segera menindaklanjutinya sampai memenuhi standar yang ditentukan.
Dirops KBN mengapresiasi dan berterima kasih atas predikat dan sertifikat Obvitnas yang diterimanya. Dengan harapan status tersebut akan memberi nilai tambah dan rasa aman investor, juga amanah untuk lebih baik lagi.
“Dengan Obvitnas ini kami berharap bisa terus mengelola kawasan ini menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” kata Dirops KBN, Muhammad Isran.
KBN akan patuh pada regulasi-regulasi untuk lebih baik lagi, termasuk tentang laporan perkembangan investasi per triwulan sebagai dasar perhitungan BPS untuk memantau kinerja pertumbuhan ekonomi.
Kawasan industri menurut Direktur Perwilayahan Industri, Dr Winardi, berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sektor pengolahan.
Tahun ini kawasan industri menurut menyumbang 17,6% atau lebih rendah dari tahun sebelumnya mencapai 26%.
Dirops menyebut KBN termasuk salah satu kawasan industri yang menarik bagi investor asing, khususnya Cina yang belakangan ini merelokasi pabriknya di KBN.
Tingkat occupancy investasi di KBN tahun 2025 ini sudah mencapai 80% atau jauh di atas rata-rata nasional sebesar 60%.
Adanya perang dagang Cina - AS membuat sejumlah perusahaan Cina terpaksa melakukan wait and see untuk rencana relokasi pabrik ke KBN.
Harapannya tentu perang tarif tersebut akan berakhir dan ekonomi dunia kembali tumbuh lebih baik. <>KBNMagz#037
- 87 views






Leave a Reply